Jumat, 12 Maret 2010

sejarah sistem operasi

4.1 Sistem Operasi
4.1.1. Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami system operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri.
Pengertian sistem operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada system komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya sistem komputer.
4.1.1.1. Fungsi Dasar
Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagaiprogram aplikasi serta para pengguna.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagaiprogram pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
4.1.1.2. Tujuan Mempelajari Sistem Operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada aplikasi-aplikasi lain.
4.1.1.3. Sasaran Sistem Operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu kenyamanan -- membuat penggunaan komputer menjadi lebih nyaman, efisien -- penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi -- sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.

4.1.2. Sejarah Sistem Operasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi ke dalam empat generasi :
• Generasi Pertama (1945-1955)
Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistemkomputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
• Generasi Kedua (1955-1965)
Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
• Generasi Ketiga (1965-1980)
Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line kekomputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) dan multi-programming (melayani banyak program sekali gus).
• Generasi Keempat (Pasca 1980an)
Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyakkomputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

4.1.3. Layanan Sistem Operasi
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum harus memiliki layanan sebagai berikut: pembuatan program, eksekusi program, pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan,serta akunting.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu para pemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-data harus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi ; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksiyang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan datadari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika muncul permasalahan muncul pada sistemkomputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.

4.1.4. Struktur Komputer
Struktur sebuah sistem komputer dapat dibagi menjadi:
• Sistem Operasi Komputer.
• Struktur I/O.
• Struktur Penyimpanan.
• Storage Hierarchy.
• Proteksi Perangkat Keras.
4.1.4. Sistem Operasi Komputer
Dewasa ini sistem komputer multiguna terdiri dari CPU (Central Processing Unit); serta sejumlah device controller yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya disk drive, audio device, dan video display). CPU dan device controller dapat dijalankan secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk mengatur akses ke memori.
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mesti dijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari system komputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori. Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta "dilayani" oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan prosesyang tertunda.

Apa itu Sistem Operasi Komputer?

Oleh Faisal Akib

Secara umum sebuah sistem komputer terdiri atas hardware, software dan brainware dimana ketiganya saling terkait satu sama lain (lihat gambar di bawah ini). Ketiganya merupakan syarat mutlak untuk menjalankan sebuah sistem komputer.

Sistem Komputer

GAMBAR: Sistem Komputer

Sebuah sistem operasi merupakan program yang bertindak sebagai perantara antara pengguna (user) komputer dengan hardware (perangkat keras) komputer. Tujuan dari sistem operasi adalah untuk menyediakan lingkungan dimana user dapat mengeksekusi program yang diinginkan dengan efisien.

Sebuah sistem operasi sama halnya dengan sebuah pemerintahan. Komponen-komponen seperti hardware, software, dan data. Sistem operasi menyediakan kemudahan untuk menggunakan berbagai sumberdaya dalam sebuah operasi. Sama halnya dengan sebuah pemerintahan, sistem operasi tidak bekerja sendirian. Sistem operasi harus menyediakan sebuah lingkungan yang didalamnya terdapat berbagai program untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan.

Gambar 1.2 Abstraksi Komponen-Komponen Komputer

Gambar 1.2 Abstraksi Komponen-Komponen Komputer

Sistem operasi dapat dipandang sebagai pengontrol sumberdaya yang ada. Sebuah sistem komputer memiliki berbagai sumberdaya (hardware dan software) yang dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai masalah: CPU time, ruang memori, ruang penyimpanan file, perangkat I/O (input/output), dan lain sebagainya. Sistem operasi bertindak sebagai manajer bagi semua sumberdaya ini dan mengalokasikannya pada program dan user tertentu untuk melakukan berbagai tugas (task). Dengan demikian ada peluang terjadinya konflik permintaan sumberdaya, sistem operasi harus mengambil keputusan, request (permintaan) sumberdaya mana yang harus dilayani untuk menjaga efisiensi operasi komputer.

Pandangan lain terhadap sebuah sistem operasi terfokus pada kebutuhan pengendalian (control) program. Control program mengendalikan eksekusi program user untuk mencegah error dan penggunaan yang tidak efisien, khususnya pengoperasian dan pengendalian perangkat I/O.

Tujuan utama sebuah sistem operasi adalah untuk kenyamanan user. Sistem operasi ada untuk lebih memudahkan user mengoperasikan komputer dibanding tanpa sistem operasi. Tujuan lainnya adalah untuk mengefisienkan operasi sistem komputer.

Setiap sesuatu ada rahasianya, ada cara kerjanya, ada sistem dan formulanya.
Linux pun begitu.
Sebagai sistem operasi, pada mulanya linux di desain menurut contoh moyangnya UNIX.
Tetapi dalam perjalanan, Linux mengalami evolusi yang luar biasa.
Ada 7 kunci (yang saya rumuskan, tentunya) untuk memahami Linux.
Apa saja kunci-kunci cepat mahir belajar linux itu, silahkan simak pada tulisan berikut.
Kunci Pertama, Linux itu MultiUsers
Linux mendukung banyak pengguna dalam sebuah sistem, sistem di sini bisa mencakup sebuah jaringan, lan atau hanya komputer pribadi.
Dengan memahami bahwa linux itu multiusers, kita bisa menarik asumsi:
* Konfigurasi standar untuk semua user PASTI ada dan tersimpan di suatu tempat dan PASTI di kopikan saat pertama kali akun user di buat.
Dengan memahami ini, administrator dapat melakukan konfigurasi standar sesuai keinginan tanpa perlu menyentuh akun setiap user.
* Dengan memahami ini juga, user bisa menginstall aplikasi sendiri, memiliki konfigurasi sendiri, bisa menjalankan website sendiri, ftp sendiri dan sebagainya.
Kunci Kedua, Linux itu MultiTasking
Proses dan task setiap user PASTI berbeda. Dan tidak akan mengganggu proses user lainnya. Ini artinya, anda bisa menjalankan program anda sendiri tanpa khawatir melebihi kuota. Ini artinya, anda bisa memiliki direktori khusus yang bertindak layaknya sebuah sistem linux. Anda bisa memiliki direktori tmp, bin dan lib anda sendiri.
Kunci Ketiga, Linux itu Kernel
Jangan bingung dengan banyaknya distribusi yang beredar dan akan terus bermunculan nantinya. Setiap Distribusi Linux harus mengikuti standar. Standar ini memiliki fondasi yang paling dasar, kernel.
Kernel lah yang bertanggung jawab untuk mengenali file system, kernel yang bertanggung jawab bagaimana aplikasi berinteraksi dengan hardware, kernel juga yang menentukan apakah suatu fitur/protokol di dukung atau tidak.
Coba anda perhatikan, dari ratusan distro yang beredar sekarang ini, bukankah struktur file sistem dan hierarkinya sama atau paling tidak memiliki kemiripan susunan?
Bukankah, distro itu menggunakan shell? Dan perintah internal setiap shell ada kemiripannya?
Bukankah distro-distro itu menggunakan desktop?
Dan desktop-desktop itu memiliki kemiripan? Klik kiri, klik kanan, scroll, ikonisasi, window, format image dan sebagainya.
Dari memahami ini, kita bisa belajar distro apapun dalam hitungan menit, kalau bukan dalam hitungan jam.
Kunci Keempat, Linux itu Berbahasa Inggris
Kok, ini masuk kedalam kategori juga?
Jelas, kemampuan kita memahami bahasa Inggris akan sangat membantu dalam memahami Linux. Bukan maksud saya meremehkan distro-distro berbasis bahasa regional. Tetapi, biaya dan energi yang dikeluarkan untuk mengejar kemajuan perkembangan dan kemunculan aplikasi baru di dunia open source tidak sebanding dengan hasil yang dicapai.
Lebih mudah bagi anda, kursus bahasa Inggris 3 bulan ketimbang melakukan penerjemahan dokumentasi, message, dan source code.
Bukankah dengan memahami Bahasa Inggris, anda akan bisa diterima dimana-mana?
Jadi, luangkanlah waktu untuk belajar Bahasa Inggris dan memperkaya kosa-kata anda. Insya Allah, anda akan lebih cepat belajar dan adaptasi.
Kunci Kelima, Linux itu Shell
Linux awalnya adalah shell. Meskipun sepertinya, “kekuatan” GUI mulai tampak, dalam tingkat tertentu, shell mampu menggantikan GUI dan mampu bekerja lebih efisien ketimbang GUI.
Bawa saja sistem GUI anda ke komputer dengan spesifikasi minimal, dijamin tidak akan bekerja maksimal (atau tidak bisa bekerja sama sekali ?). Bandingkan dengan sistem shell yang dibawa ke lingkungan yang diperuntukkan untuk sistem GUI.
Wuzzzzz!!! Sistem anda akan bekerja puluhan kali lipatnya.
Jadi, pahamilah shell, pelajarilah shell, akrabi-lah shell, sayangi lah shell, niscaya anda beruntung!
Kunci Keenam, Linux itu Free dan Open Source
Mengapa ini juga penting?
Karena sifat Linux yang free (dalam arti BEBAS), Linux memiliki massa pendukung yang luar biasa. Banyak komunitas yang terbentuk di setiap negara, terbagi-bagi dalam proyek-proyek, distro-distro dan aplikasi-aplikasi tertentu.
Di Indonesia sendiri, massa Linux ini kalau dikumpulkan menjadi partai politik, mungkin bisa ikut pemilu 2009 nanti.
Dengan memahami Linux itu Free (bebas) kita tidak khawatir menggunakannya dalam setiap aspek komputerisasi baik pribadi maupun bermasyarakat. Kita bisa membagikannya dengan keikhlasan atau dengan biaya minimal.
Dengan memahami Linux didukung oleh komunitas, kita bisa belajar dengan orang lain, kita bisa berbagi ilmu tanpa takut nama kita akan dilupakan.
Kunci Ketujuh, Linux itu Juga Sistem Operasi
Frasa ini senada dengan frasa yang populer dari band rocker seriuss, “rocker itu juga manusia”. Linux tidak jauh beda dengan sistem operasi lainnya seperti windows, mac os, bsd, solaris, dos, dan lainnya.
Masalah yang dihadapi OS lain juga dihadapi Linux. Solusi untuk OS lain pun bisa diterapkan di Linux.
Dengan memahami ini, kita tidak usah heran, “mengapa di Linux, driver ini tidak bekerja seperti di OS anu”. Kita tidak perlu bengong, “kok Ubuntu saya yang lebih dulu rilis, bisa mirip tampilannya seperti OS baru ini”.
Tak usah terlalu percaya diri juga, suatu waktu, virus akan muncul juga di dunia Linux.
Well, ini rangkuman yang bisa saya tulis dan saya paksa-paksain supaya matching dengan keseharian saya.
Diterbitkan di: Februari 13, 2010
SISTEM OPERASI LINUX
Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi, suatu penamaan yang biasa digunakan untuk mengacu ke pada suatu kumpulan lengkap software, yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap.
Perbedaan mendasar Linux
Satu hal yang membedakan Linux terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. Linux ini GRATIS. Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi banyak isue lainya dengan bersifat free, selain dari pertimbangan harga. Source code Linux tersedia bagi setiap orang. Perkembangan Linux menunjukkan pentingnya perananan kebebasan ini. Hal ini telah menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjugkan dari ribuan atau bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk divais tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non descructive agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial. Karena Linux itu tersedia secara bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai berbagai versi kemasan Linux. paket ini termasuk lingkungan Linux lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus, dan dukungan khusus.
Perbandingan Linux terhadap sistem operasi lainnya
Linux disusun berdasarkan standard sistem operasi POSIX, yang sebenarnya diturunkan berdasarkan fungsi kerja UNIX. UNIX kompatibel dengan Linux pada level system call, ini berarti sebagian besar program yang ditulis untuk UNIX atau Linux dapat direkompilasi dan dijalankan pada sistem lain dengan perubahan yang minimal. Secara umum dapat dikatakan Linux berjalan lebih cepat dibanding Unix lain pada hardware yang sama. Dan lagi UNIX memiliki kelemahan, yaitu tidak bersifat free. MS-DOS memiliki kemiripan dengan Linux, yaitu file sistem yang bersifat hirarkis. Tetapi MS-DOS hanya dapat dijalankan pada prosesor x86, dan tidak mendukung multi-user dan multi-tasking, serta tak bersifat free. Juga MS-DOS tidak memiliki dukungan yang baik agar dapat berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya, termasuk tidak tersedianya perangkat lunak network, program pengembang, dan program utilitas yang ada dalam Linux. Microsoft Windows menawarkan beberapa kemampuan grafis yang ada pada Linux termasuk kemampuan networking, tetapi tetap memiliki kekurangan yang telah ada pada MS-DOS.
Windows NT yang juga tersedia untuk Digital Alpha dan juga prosesor x86 juga memiliki beberapa kekurangan yang telah ada pada MS-DOS. Waktu untuk menemukan suatu bug dalam suatu sistem operasi ini tak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Sistem operasi Apple untuk Macintosh hanya dapat berjalan di sistem Mac. Juga memiliki kekurangan dari sisi ketersediaan perangkangkat bantu pengembang (development tool), dan juga kurang dapat secara mudah untuk berinteroperasi dengan sistem operasi lainnya. Apple juga telah memungkinkan Linux dapat dijalankan pada PowerMac.
Asal Linux
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus
mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok
orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun. Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu
Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro.
Diterbitkan di: Desember 06, 2008

Senin, 08 Maret 2010

NetInstall

Description

NetInstall is a program that allows you to install MikroTiK RouterOS on a dedicated PC or RouterBoard via Ethernet network. All you need is a blank floppy or an Ethernet device that supports PXE (like RouterBoard 100, RouterBoard 200 and RouterBoard 500 series), an Ethernet network between workstation and dedicated computer, and a serial null-modem console cable (for RouterBoard routers).

NetInstall Program Parameters

The program runs on Windows 95/98/ME/NT/2000/XP platforms.

Netinstall parameters:

  • Routers/Drives - in this list you can see all the devices waiting for installation.
  • Software ID - a unique ID that is generated for licensing purposes.
  • Key - a key that is generated for the Software ID. When you purchase a license, you get a key file. Click the Browse... button next to the key field to select your key file.
  • Get Key... - obtain software key from MikroTIK server:

    • Software ID - ID for which the key will be generated (depending on the license level).
    • Username - client's username in the Account data base.
    • Password - client's password.
    • Level - license level of RouterOS.
    • Debit key - a key that you have paid for, but haven't generated yet.
    • Debit money - money that you have on your account. To add money to your account, use the 'add debit' link in the account server.
    • Credit key - a key that you can take now, but pay later.
    • Credit money - paying with credit money allows you to get your keys now and pay for them later.
  • Keep old configuration - used for reinstalling the software. If checked, the old configuration on the router will not be overwritten, otherwise it will be lost.
  • IP address/mask - address with subnet mask that will be assigned to ether1 interface after the packages are installed.
  • Gateway - specifies the default gateway (static route).
  • Baud rate - this baud rate will be set for serial console (bps).
  • Configure script - a RouterOS script to execute after the package installation. Note that not all the devices (especially, wireless cards) may be discovered at the time this script is run, so it is suggested to put a delay (about 20 seconds) at the start of the script to be sure that all devices are up and running.
  • Make floppy - make a bootable NetInstall floppy.
  • Net booting - opens the Network Booting Settings window. Enter an IP address from your local network. This address will be temporarily assigned to the computer where RouterOS will be installed on.
  • Install - installs the RouterOS on a computer.
  • Cancel - cancel the installation.
  • Sets - an entry in this list represents the choice of packages selected to install from a directory. If you want to make your own set, browse for a folder that contains packages (*.npk files), select needed packages in the list, and press the Save set button.
  • From - type the directory where your packages are stored or press the Browse... button to select the directory.
  • Select all - selects all packages in the list
  • Select none - unselects all packages in the list

Note: some of the Get key... parameters could not be available for all account types.

NetInstall Example

This example shows step-by-step instructions how to install the software on a RouterBoard 200.

  1. Connect the routerboard to a switch (or a hub) as it is shown in the diagram using ether1 interface (on RouterBoard 230 it is next to the RS-232 interface):

  2. Run NetInstall program on your workstation (you can download it here. It is necessary to extract the packages (*.npk files) on your hard drive.

    NetInstall v1.10

  3. Enter the Boot Server Client's IP address. Use an address from a network to which belongs your NIC (in this case 172.16.0.0/24). This IP address will be temporarily assigned to the routerboard.

  4. Set the RouterBoard to boot from Ethernet interface. To do this, enter the RouterBoard BIOS (press any key when prompted):

    RouterBIOS v1.3.0 MikroTik (tm) 2003-2004

    RouterBOARD 230 (CPU revision B1)
    CPU frequency: 266 MHz
    Memory size: 64 MB

    Press any key within 1 second to enter setup.

    You will see a list of available commands. To set up the boot device, press the 'o' key:

     RouterBIOS v1.3.0
    What do you want to configure?
    d - boot delay
    k - boot key
    s - serial console
    l - debug level
    o - boot device
    b - beep on boot
    v - vga to serial
    t - ata translation
    p - memory settings
    m - memory test
    u - cpu mode
    f - pci back-off
    r - reset configuration
    g - bios upgrade through serial port
    c - bios license information
    x - exit setup
    your choice: o - boot device

    Press the 'e' key to make the RouterBoard to boot from Ethernet interface:

    Select boot device:
    * i - IDE
    e - Etherboot
    1 - Etherboot (timeout 15s), IDE
    2 - Etherboot (timeout 1m), IDE
    3 - Etherboot (timeout 5m), IDE
    4 - Etherboot (timeout 30m), IDE
    5 - IDE, try Etherboot first on next boot (15s)
    6 - IDE, try Etherboot first on next boot (1m)
    7 - IDE, try Etherboot first on next boot (5m)
    8 - IDE, try Etherboot first on next boot (30m)
    your choice: e - Etherboot

    When this is done, the RouterBoard BIOS will return to the first menu. Press the 'x' key to exit from BIOS. The router will reboot.

  5. When booting up, the RouterBoard will try to boot from its Ethernet device. If successful, the Workstation will give to this RouterBoard an IP address, specified in Network Booting Settings. After this process, the RouterBoard will be waiting for installation.

    On the workstation, there will appear a new entry in Routers/Drives list:

    You can identify the router by MAC address in the list. Click on the desired entry and you will be able to configure installation parameters.

    When done, press the Install button to install RouterOS.

  6. When the installation process has finished, press 'Enter' on the console or 'Reboot' button in the NetInstall program. Remember to set the boot device back to IDE in the RouterBoard BIOS.

CD-Install

Description

To install the RouterOS using a CD you will need a CD-writer and a blank CD. Burn the CD-image (an .iso file) to a CD. The archive with image can be downloaded here.

Follow the instructions to install RouterOS using CD-Install:

  1. After downloading the CD image from www.mikrotik.com you will have an ISO file on your computer:

    MT ISO image

  2. Open a CD Writing software, like Ahead NERO as in this example:

    Nero Burning ROM

  3. In the program, choose Burn Image entry from the Recorder menu (there should be similary named option in all major CD burning programs):

    BurnImage option

  4. Select the recently extracted ISO file and click Open:

    Open image

  5. Finally, click Burn button:

    Press Burn button

  6. Set the first boot device to CDROM in router's BIOS.
  7. After booting from CD you will see a menu where to choose packages to install:

                    Welcome to MikroTik Router Software installation

    Move around menu using 'p' and 'n' or arrow keys, select with 'spacebar'.
    Select all with 'a', minimum with 'm'. Press 'i' to install locally or 'r' to
    install remote router or 'q' to cancel and reboot.

    [X] system [ ] isdn [ ] synchronous
    [X] ppp [ ] lcd [ ] telephony
    [X] dhcp [ ] ntp [ ] ups
    [X] advanced-tools [ ] radiolan [ ] web-proxy
    [ ] arlan [ ] routerboard [ ] wireless
    [ ] gps [X] routing
    [ ] hotspot [X] security

    Follow the instructions, select needed packages, and press 'i' to install the software.

  8. You will be asked for 2 questions:

    Warning: all data on the disk will be erased!

    Continue? [y/n]

    Press [Y] to continue or [N] to abort the installation.

    Do you want to keep old configuration? [y/n]:

    You should choose whether you want to keep old configuration (press [Y]) or to erase the configuration permanently (press [N]) and continue without saving it. For a fresh installation, press [N].

    Creating partition...
    Formatting disk...

    The system will install selected packages. After that you will be prompted to press 'Enter'. Before doing that, remove the CD from your CD-Drive:

    Software installed.
    Press ENTER to reboot
Sumber: http://wiki.mikrotik.com/wiki/MikroT...uestions_-_FAQ
Penerjemah: yosanpro

Thread ini hanya untuk mempermudah newbie membaca FAQ yang ada pada MikroTik, dengan tambahan dari penerjemah dalam tanda --[ xxx ]--.

Tahap 1:
Apakah Mikrotik RouterOS itu?
* Apa yang dilakukan Mikrotik RouterOS?
- Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang mengubah Intel PC biasa atau Hardware MikroTik RouterBOARD menjadi sebuah dedicated router

* Bolehkan saya mencoba fungsi-fungsi MikroTik RouterOS sebelum saya membeli lisensi?
- Ya, anda dapat mendownload instalasi dari situs MikroTik dan menginstall MikroTik router sendiri. Router ini mempunyai fungsi-fungsi lengkap tanpa perlu lisensi untuk waktu berjalan total 24 jam. Cukup untuk mencoba router selama 3 hari pada penggunaan 8 jam per hari, jika anda mematikan router pada akhir dari jam ke 8 per hari.

* Dimana saya mendapatkan License Key?
- Buat sebuah akun pada situs MikroTik. Kartu kredit dapat digunakan untuk membayar. --[ Anda juga bisa membeli lisensi pada pedagang yang dapat dipercaya di forum ini ]--

* Bisakah saya menggunakan router MikroTik untuk berhubungan dengan penyedia layanan lewat T1, T3, atau koneksi kecepatan tinggi lainnya?
- Ya, anda dapat memasang bermacam-macam NIC yang didukung oleh MikroTik RouterOS dan mendapatkan edge router, backbone router, firewall, bandwidth manager, VPN server, wireless access point, Hotspot dan banyak lagi dalam satu box. Periksa daftar spesifikasi dan manual untuk interface yang didukung!

* Seberapa cepat router akan berjalan?
- Sebuah Intel PC lebih cepat daripada hampir semua router propietary, dan ada banyak tenaga pemroses bahkan dalam CPU 100MHz.

* Bagaimana perangkat lunak ini dibandingkan dengan menggunakan router Cisco?
- Anda dapat melakukan hampir semua yang dilakukan router propietary dengan hanya sebagian dari biaya router semacam itu dan memiliki fleksibilitas dalam mengupgrade, kemudahan manajemen dan pemeliharaan.

* OS apa yang dibutuhkan untuk menginstall MikroTik RouterOS?
- Tidak perlu sistem operasi. MikroTik RouterOS dipaket dengan sistem operasi dan perangkat lunaknya sendiri. OS yang digunakan berbasis kernel Linux dan sangat stabil. Hard drive anda akan dihapus seluruhnya oleh proses instalasi. Tidak ada dukungan disk tambahan, Hanya satu PRIMARY MASTER HDD atau flashdisk, kecuali untuk cache Web Proxy.

* Seberapa amankah router ini setelah di-setup?
- Akses ke router dilindungi oleh nama user dan password. User-user tambahan dapat ditambahkan ke router, hak-hak tertentu dapat diatur untuk group user. Akses Remote ke router dapat dibatasi berdasar user, alamat IP. Firewall filtering adalah cara termudah untuk melindungi router dan jaringan anda.

Tahap 2:
Akses Masuk dan Kata Kunci
* Apa nama user dan kata kunci (password) saat memasuki router untuk pertama kali?
- Nama user adalah 'admin', dan tidak ada password (Tekan tombol 'Enter'). Anda dapat mengubah password dengan perintah '/password'.

* Bagaimana saya dapat mengambil password yang hilang?
- Jika anda lupa password anda, tidak ada cara untuk mengambilnya kembali. Anda harus menginstall ulang router.

* Setelah mati listrik router MikroTik tidak berjalan lagi
- Jika anda tidak mematikan router anda dengan wajar, sistem file belum di-unmount dengan benar. Saat awal berjalan, RouterOS akan melakukan pemeriksaan sistem file. Tergantung dari ukuran HDD, ini bisa memakan waktu beberapa menit. Jangan mengganggu pemeriksaan sistem file! ini dapat membuat instalasi anda tidak dapat digunakan.

* Bagaimana saya dapat mengakses router jika interface LAN telah di-disable?
- Anda dapat mengakses router secara lokal (dengan monitor dan keyboard) maupun melalui konsol serial.

Tahap 3:
Tentang Lisensi

* Berapa banyak instalasi MikroTik RouterOS yang dicakup oleh satu lisensi?
- Lisensi adalah per instalasi RouterOS. Tiap router yang diinstall membutuhkan lisensi terpisah.

* Apakah lisensi bisa kadaluarsa?
- Lisensi tidak pernah kadaluarsa. Router berjalan selamanya. Namun, lisensi memiliki batasan upgrade, --[ RouterOS hanya dapat di upgrade ke versi mayor yang sama dan 1 versi mayor diatasnya. ]--

* Bagaimana saya menginstall ulang perangkat lunak MikroTik RouterOS tanpa kehilangan lisensi?
- Anda harus menggunakan CD, Floppy, atau prosedur NetInstall dan menginstall MikroTik RouterOS pada HDD dengan instalasi MikroTik RouterOS sebelumnya masih ada. Lisensi tersimpan dalam HDD. Jangan menggunakan utility format atau partisi, ini akan menghapus key anda! Gunakan BIOS setting yang sama (dengan waktu instalasi awal) untuk HDD anda!

* Dapatkah saya menggunakan lisensi MikroTik RouterOS saya pada hardware berbeda?
- Ya, anda dapat menggunakan hardware berbeda (motherboard, NIC), tetapi anda harus menggunakan HDD yang sama. Lisensi tersimpan dalam HDD kecuali utility format atau fdisk digunakan. Tidak perlu menginstall ulang sistem saat berganti ke hardware lain. Saat membayar lisensi, mohon perhatikan, bahwa ini tidak dapat digunakan pada harddrive lain daripada yang digunakan untuk instalasi. Transfer lisensi ke hard drive lain dikenai biaya 10$. Hubungi support untuk hal ini.

* Apa yang dilakukan, jika hard drive dengan MikroTik RouterOS saya rusak, dan saya harus menginstall lagi?
- Jika anda telah membayar lisensi, anda harus menulis ke support[at]mikrotik.com dan menjelaskan situasinya. Kami bisa meminta anda untuk mengirim hard drive yang rusak kepada kami sebagai bukti untuk mendapatkan key pengganti. Jika anda mempunyai demo lisensi gratis, tidak ada penggantian key. Silahkan mendapatkan demo lisensi lain, atau membeli lisensi pokok.

* Bagaimana saya memasukkan Software Key baru?
- Memasukkan lisensi dari Console/FTP:
-) Impor file yang disertakan dengan perintah '/system license import' (anda harus mengupload file ini ke FTP server router)
- Memasukkan lisensi dengan Console/Telnet:
-) Gunakan copy/paste untuk memasukkan key ke dalam jendela Telnet (tidak peduli dalam submenu apapun). Pastikan mengcopy seluruh key, termasuk baris"--BEGIN MIKROTIK SOFTWARE KEY--" dan "--END MIKROTIK SOFTWARE KEY--"
- Memasukkan lisensi dari Winbox:
-) Gunakan menu 'system -> license' di Winbox untuk paste atau meng-impor key

* Saya telah salah mengetikkan software ID saat membeli Software Key. Bagaimana saya memperbaikinya?
- Pada Account Server pilih 'work with keys', kemudian pilih key yang salah ketik, dan pilih 'fix key'.

Tentang memasukkan key, selengkapnya di halaman ini
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Enteri...OS_License_key
Informasi lainnya tentang License Key dapat ditemukan disini
http://wiki.mikrotik.com/wiki/All_about_licenses

Tahap 4:
Instalasi

* Berapa besar HDD yang dapat saya gunakan untuk MikroTik RouterOS?
- MikroTik RouterOS mendukung disk lebih besar dari 8GB (biasanya hingga 120GB). Akan tetapi pastikan BIOS dari motherboard router mampu mendukung disk besar ini.

* Dapatkah saya menjalankan MikroTik RouterOS dari sembarang hard drive di sistem saya?
- Ya

* Adakah dukungan untuk hard drive ganda di MikroTik RouterOS?
- Drive sekunder didukung untuk web cache. Dukungan ini telah ditambahkan di versi 2.8, versi yang lebih lama tidak mendukung hard drive ganda.

* Mengapa CD instalasi berhenti pada titik tertentu dan tidak "berjalan terus"?
- CD instalasi tidak bekerja dengan benar pada beberapa motherboard. Coba booting ulang komputer dan mulai instalasi lagi. Jika ini tidak membantu, coba gunakan hardware lain.

Upgrade

* Bagaimana saya menginstall paket-paket fitur tambahan?
- Anda harus menggunakan file-file paket (ekstensi .npk) dengan versi yang sama dengan paket sistem. Gunakan perintah '/system package print' untuk melihat daftar paket-paket terinstall. Periksa sisa ruang pada HDD router dengan perintah '/system resource print' sebelum meng-upload file-file paket. Pastikan anda mempunyai paling tidak sisa ruang 2MB pada router setelah anda meng-upload file-file paket!
Upload file-file paket anda dengan ftp mode BINARY ke router dan panggil perintah '/system reboot' untuk mematikan router dan booting ulang. Paket-paket tersebut diinstal (diupgrade) saat router akan dimatikan. Anda dapat memantau proses instalasi dengan layar monitor terhubung ke router. Setelah reboot, paket-paket terinstal akan terdaftar pada '/system package print'.

* Bagaimana saya mengupgrade?
- Untuk meng-upgrade software ini, anda harus mendownload file-file paket terbaru (*.npk) dari website kami (paket 'system' ditambah paket yang anda butuhkan). Kemudian, upload paket-paket yang baru melalui FTP dengan menggunakan mode transfer Binary.

* Saya menginstall paket fitur tambahan, tetapi interface yang bersangkutan tidak muncul pada daftar '/interface print'.
- Anda harus mendapatkan (membeli) level lisensi yang dibutuhkan atau install paket NPK untuk interface ini (contohnya paket 'wireless').

* Jika saya mengupgrade RouterOS, apakah konfigurasi saya akan hilang?
- Tidak, konfigurasi akan tetap tersimpan saat mengupgrade dalam satu tingkat versi. Saat mengupgrade tingkatan versi (contohnya, v2.5 ke v2.6) anda mungkin kehilangan konfigurasi dari beberapa fitur yang memiliki perubahan drastis. Misalnya saat mengupgrade dari v2.4, anda seharusnya mengupgrade ke versi terakhir dari 2.4 dahulu.

* Berapa besar sisa ruang disk yang saya butuhkan saat mengupgrade ke versi lebih tinggi?
- Anda membutuhkan ruang untuk paket sistem dan paket-paket tambahan yang harus diupgrade. Setelah meng-upload versi yang lebih baru ke router anda harus memiliki setidaknya sisa ruang disk 2MB. Jika tidak, jangan mencoba mengupgrade! Buang paket-paket yang tidak perlu terlebih dahulu, dan kemudian upgrade sisanya.

Downgrade (menurunkan versi)

* Bagaimana saya men-downgrade instalasi MikroTik RouterOS ke versi lebih lama?
- Anda dapat men-downgrade dengan menginstall ulang RouterOS dari media apapun. Lisensi software akan tersimpan dalam HDD selama disk tidak di partisi ulang/format ulang. Konfigurasi dari router akan hilang (Adalah mungkin untuk menyimpan konfigurasi lama, tetapi pilihan ini bisa memberi hasil yang tidak diduga saat men-downgrade dan tidak direkomendasi menggunakannya).
Cara lain adalah dengan menggunakan perintah '/system downgrade'. Ini hanya bekerja jika anda men-downgrade ke versi 2.7.20 dan tidak lebih rendah. Upload paket-paket lama ke router melalui FTP dan gunakan perintah '/system downgrade'.

Tahap 5:
Pertanyaan Seputar TCP/IP

* Saya mempunyai dua NIC card di Router Mikrotik dan keduanya bekerja dengan normal. Saya bisa ping kedua jaringan dari router tetapi tidak bisa ping dari satu jaringan melalui router ke jaringan lainnya dan Internet. Saya tidak mengeset firewall.
- Ini adalah masalah yang umum, dimana anda tidak mengeset routing pada gateway Internet utama anda. Karena anda telah menambah jaringan baru, anda perlu 'memberitahu' tentang jaringan tersebut pada gateway utama anda (ISP anda). Sebuah route musti ditambahkan untuk jaringan baru anda. Alternatif lainnya, anda dapat 'menyembunyikan' jaringan baru anda dengan 'masquerade' untuk dapat mengakses Internet. Harap mempelajari Petunjuk Setup Dasar, dimana permasalahan dibahas dan solusi diberikan.
Berikut adalah contoh bagaimana memberi masquerade pada jaringan lokal pribadi anda:

Code:
[admin@MikroTik] ip firewall nat> add chain=srcnat action=masquerade out-interface=Public
[admin@MikroTik] ip firewall nat> print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
* Bagaimana saya bisa mengubah nomor port TCP untuk layanan telnet atau http, jika saya tidak ingin menggunakan port 23 dan 80?
- Anda dapat mengubah port yang dialokasikan dalam '/ip service'

* Ketika saya menggunakan Alamat IP/mask dalam bentuk 10.1.1.17/24 untuk rule filter atau queue, tidak dapat digunakan.
- Rule tersebut 'tidak dapat digunakan', karena rule tersebut tidak cocok dengan paket karena alamat/mask yang salah. Bentuk yang benar seharusnya:
Code:
10.1.1.0/24 untuk alamat IP pada range 10.1.1.0-10.1.1.255, atau,
10.1.1.17/32 untuk satu alamat IP 10.1.1.17 saja.
* Saya ingin men-setup klien DHCP, tetapi tidak ada menu '/ip dhcp-client'.
- Fitur DHCP tidak tercakup dalam paket sistem. Anda harus menginstall paket DHCP. Upload ke router dan boot ulang!

* Bisakah saya 'mengikat' IP ke alamat MAC melalui DHCP?
- Ya, anda dapat menambah lease static ke daftar lease DHCP server. Akan tetapi, DHCP secara default tidak aman, dan lebih baik menggunakan PPPoE untuk otentikasi user dan pemberian alamat IP. Anda dapat meminta user untuk log on dari alamat MAC yang terdaftar juga.

--[ Pertanyaan berikutnya pada wiki tidak diterjemahkan karena tidak relevan lagi dengan versi MikroTik yang banyak dipakai di forum ]--

* Saya tidak dapat mengakses beberapa situs saat menggunakan PPPoE.
- Gunakan '/ip firewall mangle' untuk mengubah MSS (maximum segment size) ke nilai 40 byte lebih rendah dibandingkan koneksi MTU anda. Misalnya, jika anda telah mengenkripsi PPPoE dengan MTU=1492, set rule mangle sebagai berikut:
Code:
/ip firewall mangle


add chain=forward protocol=tcp tcp-flags=syn action=change-mss new-mss=1448
Tahap 6:
Pertanyaan seputar Manajemen Bandwidth

* Dapatkah saya menggunakan MikroTik sebagai bridge dan pengatur trafik dalam satu mesin?
- Ya. Anda dapat menggunakan semua fitur ekstensif manajemen queue. Atur queue ke interface dimana trafik meninggalkan router, saat melalui router. Ini bukan interface bridge! Queue pada interface bridge hanya meliputi trafik yang berasal dari router.

* Dapatkah saya membatasi bandwidth berdasarkan MAC address?
- Untuk download:
1. Beri connection-mark semua paket dari MAC tiap klien dengan nama berbeda untuk tiap klien dengan action=passthrough
Code:
/ip firewall mangle add chain=prerouting src-mac-address=11:11:11:11:11:11 \
action=mark-connection new-connection-mark=host11 passthrough=yes
2. Tandai lagi paket ini dengan flow-mark (sekali lagi dengan flow-mark berbeda untuk tiap connection-mark):
Code:
/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=host11 new-packet-mark=host11
3. Kita bisa menggunakan flow-mark ini di queue tree sekarang
Meskipus solusi ini berfungsi, namun dasarnya tidak sempurna karena paket pertama dari tiap koneksi tidak akan terhitung.

- Untuk Upload:
Code:
[admin@AP] ip firewall mangle> add chain=prerouting src-mac-address=11:11:11:11:11:11 \
action=mark-packet new-packet-mark=upload
Pertanyaan Wireless
* Dapatkah saya mem-bridge interface wlan yang beroperasi di mode station?
- Tidak bisa
--[ Untuk MikroTik RouterOS V3.xx, anda bisa menggunakan mode station-pseudobridge ]--